Ketika internet menjadi salah satu media komunikasi yang banyak digunakan orang, sebagian orang kemudian berpikir untuk menjadikanya sebagai media untuk transaksi komersial semacan internet banking, e-comerce, dan lain sebagainya. Kebutuhan akan hal itu kemudian didukung dengan lahirnya berbagai metode ataupun algoritma – algoritma enkripsi untuk pengamanan data misalnya MD2,MD4,MD5,RC4,RC5, dan lain sebagainya. Pembakuan penulisan pada kriptografi dapat ditulis dalam bahasa matematika. Fungsi-fungsi yang mendasar dalam kriptografi adalah enkripsi dan dekripsi. Enkripsi adalah proses mengubah suatu pesan asli (plaintext) menjadi suatu pesan dalam bahasa sandi (ciphertext).
C = E (M)
dimana
M = pesan asli
E = proses enkripsi
C =
pesan dalam bahasa sandi (untuk ringkasnya disebut sandi)
Sedangkan dekripsi adalah proses mengubah pesan dalam suatu bahasa sandi menjadi pesan asli kembali.
M = D (C)
D = proses dekripsi
Dalam setiap transaksi di internet , idealnya, setiap data yang ditransmisikan harusnya terjamin :
  • Integritas data
Jaminan integritas data sangat penting, sehingga data yang di kirimkan akan sama persis dengan data yang diterima, tanpa mengalami perubahan apapun pada selama ditransmisikan.
  • Kerahasiaan data
Jaminan kerahasiaan data juga penting karena dengan demikian tidak ada pihak lain yang bisa membaca data yang ada selama data tersebut ditransmisikan.
  • Otentikasi akse data
Mekanisme otentikasi akses data menjamin bahwa data ditransmisikan oleh pihak yang benar dengan tujuan transimisi yang benar pula.
Teknik kriptografi data untuk enkripsi ada dua macam yaitu:
  • Kriptografi simetrik
Dengan model kriptografi ini, data di enkripsi dan didekripsi dengan kunci rahasia yang sama.
  • Kriptografi asimetrik
Dengan model kriptografi ini, data dienkripsi dan didekripsi dengan kunci rahasia yang berbeda.pasangan kunci untuk enkripsi dan dekripsi dikenal dengan private key dan public key.
Gbr-1. Metode enkripsi simetrik (1) dan asimetrik (2)

Aplikasi kriptografi simetrik RC4 menggunakan Java

RC4 merupakan merupakan salah satu jenis stream cipher, yaitu memproses unit atau input data pada satu saat. Dengan cara ini enkripsi atau dekripsi dapat dilaksanakan pada panjang yang variabel. Algoritma ini tidak harus menunggu sejumlah input data tertentu sebelum diproses, atau menambahkan byte tambahan untuk mengenkrip. Metode enkripsi RC4 sangat cepat kurang lebih 10 kali lebih cepat dari DES.
Untuk melihat bagaimana metode enlripsi RC4 bekerja maka dalam tulisan ini dibuat aplikasi dengan menggunakan java, adapun source program tersebut adalah sebagai berikut :
Nama file : RC4Engine.java
—————-mulai—————-
class KeyParameter{
  private byte[] key;
  public KeyParameter(byte[] key){
    this(key,0,key.length);
  }
  public KeyParameter(byte[] key,int keyoff,int keyLen){
    this.key = new byte[keyLen];
    System.arraycopy(key,keyoff,this.key,0,keyLen);
  }
  public byte[] getKey(){
    return key;
  }
}

class EncRC4Engine{
  private final static int STATE_LENGTH = 256;
  private byte[] engineState = null,workingKey = null;
  private int x=0,y=0;
  private static final char[] kDigits = {‘0′,’1′,’2′,’3′,’4′,’5′,’6′,’7′,’8′,’9′,’a',’b',’c',’d',’e',’f'};
  EncRC4Engine(){}//constructor

  public void init(boolean forEncryption,KeyParameter params){
    if(params instanceof KeyParameter){
      workingKey = ((KeyParameter)params).getKey();
      setKey(workingKey);
      return;
    }
    throw new IllegalArgumentException(“invalid parameter passed to RC4 init”+params.getClass().getName());
  }
public void processBytes(byte[] in,int inOff,int len,byte[] out,int outOff){
    if((inOff+len)>in.length){
      throw new RuntimeException(“output buffer too short”);
    }
    if((outOff+len)>out.length){
      throw new RuntimeException(“out put buffer too short”);
    }
    for (int i = 0 ; i < len ; i++){
      x = (x+1) & 0xff;
      y = ( engineState[x] + y ) & 0xff;
      //swap
      byte tmp = engineState[x];
      engineState[x] = engineState[y];
      engineState[y] = tmp;
      //xor
      out[i + outOff] = (byte)(in[i+inOff] ^ engineState[(engineState[x] + engineState[y]) & 0xff]);
    }
  }
  public String bytesToHex(byte[] raw){
    int length = raw.length;
    char[]hex = new char[length*2];
    for (int i=0;i
      int value = (raw[i]+256) % 256;
      int highIndex = value >> 4;
      int lowIndex = value & 0×0f;
      hex[i*2+0] = kDigits[highIndex];
      hex[i*2+1] = kDigits[lowIndex];
    }
    return (new String(hex)).toString();
  }
  public void reset(){
    setKey(workingKey);
  }
  //private implementation
  private void setKey(byte[] keyBytes){
    workingKey = keyBytes;
    x=0;y=0;
    if (engineState == null){
      engineState = new byte [STATE_LENGTH];
    }
    //reset the state of the engine
    for(int i = 0;i < STATE_LENGTH;i++){
      engineState[i]=(byte)i;
    }
    int i1=0;int i2=0;
    for(int i=0;i < STATE_LENGTH;i++){
      i2 = ((keyBytes[i1] & 0xff) + engineState[i]+ i2) & 0xff;
      //do the byte swap inline
      byte tmp = engineState[i];
      engineState[i]=engineState[i2];
      engineState[i2]=tmp;
      i1=(i1+1) % keyBytes.length;
    }
  }
}
————-selesai—————-
nama file : TesRC4Engine.java
————-mulai—————-
import java.io.*;

class tesRC4Engine {
  public static void main (String args[]){
    try{
      String myKey1, myKey2, text2Encrypt, text2Decrypt;
      BufferedReader b;
      byte[] ciphertext1;
      byte[] ciphertext2;
      EncRC4Engine s1 = new EncRC4Engine();
      EncRC4Engine s2 = new EncRC4Engine();

      b = new BufferedReader(new InputStreamReader(System.in));
      System.out.print(“masukan data untuk encryption : “);
      text2Encrypt = b.readLine();
      System.out.print(“masukan kunci encryption : “);
      myKey1 = b.readLine();
      s1.init(true,new KeyParameter(myKey1.getBytes()));
      ciphertext1 = new byte[text2Encrypt.length()];
      s1.processBytes(text2Encrypt.getBytes(),0,text2Encrypt.length(),ciphertext1,0);
      System.out.print(“hasil encrypt dari \”" + text2Encrypt);
      System.out.println(“\” adalah ” + s1.bytesToHex(ciphertext1));

      text2Decrypt = s1.bytesToHex(ciphertext1);
      System.out.print(“masukan kunci untuk decrypt : “);
      myKey2 = b.readLine();
      s2.init(false,new KeyParameter(myKey2.getBytes()));
      ciphertext2 = new byte[ciphertext1.length];
      s2.processBytes(ciphertext1, 0, ciphertext1.length,ciphertext2,0);
      System.out.print(“hasil decrypt dari \”" + text2Decrypt);
      System.out.println(“\” adalah ” + (new String(ciphertext2)).toString());
    }catch(IOException e){
      e.printStackTrace();
    }
  }
}
———–selesai———–

Kompilasi dan hasil eksekusi dari source program diatas afalah sebagai berikut:
C:\>java TesRC4Engine
masukan data untuk encryption : keamanan jaringan komputer
masukan kunci encryption : kjk
hasil encrypt dari “keamanan jaringan komputer” adalah 5ec874ee3cd7cd0b38dad37c7b684c0ccc589c2f1e689287a746
masukan kunci untuk decrypt : kjk
hasil decrypt dari “5ec874ee3cd7cd0b38dad37c7b684c0ccc589c2f1e689287a746″ adalah keamanan jaringan komputer
C:\>java TesRC4Engine
masukan data untuk encryption : keamanan jaringan komputer
masukan kunci encryption : h
hasil encrypt dari “keamanan jaringan komputer” adalah ca28c9e03687b13fd9f0273fb8c5d31eba8955371c82c3985647
masukan kunci untuk decrypt : kjk
hasil decrypt dari “ca28c9e03687b13fd9f0273fb8c5d31eba8955371c82c3985647″ adalah ÿ…Ück>ZÁ@•1ªÃøsñ¢woš$k”s
Dari hasil diatas dapat diambil suatu analisi bahwa :
  • RC4 merupakan algoritma enkripsi simetris
Hal ini terbukti bahwa untuk melakukan enkripsi dan dekripsi diperlukan suatu kunci/key yang sama. Jika key untuk enkripsi dan key untuk dekripsi berbeda, hasil dekripsi tidak akan menghasilkan hasil yang sama dengan plain text yang sebenarnya. Hal ini dapat dilihat pada eksekusi program yang kedua.
  • Hasil enkripsi bergantung dari key
Hasil enkripsi dari plain text yang sama akan berbeda jika digunakan key atau kunci yang berbeda pula. Dengan kata lain hasil enkripsi merupakan fungsi dari plain text dan key.
Keamanan metode enkripsi RC4

Perbandingan kemanan metode enkripsi DES dengan RC4 menurut penulisnya pada http://www.geocities.com/amwibowo/resource/komparasi/komparasi.html adalah sebagai berikut :
Panjang kunci DES
Jaminan waktu untuk menemukan kunci
40-bit
0,4 detik
56-bit
7 jam
64-bit
74 jam 40 menit
128-bit
157.129.203.952.300.000 tahun
Tabel 1.1. Serangan brute-force pada DES

Panjang kunci RC4
Jaminan waktu untuk menemukan kunci
40-bit
15 hari
56-bit
2.691,49 tahun
64-bit
689.021,57 tahun
128-bit
12.710.204.652.610.000.000.000.000 tahun
Tabel 1.2. Serangan brute-force pada RC4
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa metode enkripsi dengan menggunkan RC4 masih lebih aman dibanding dengan metode enkripsi dengan DES.
Aguilar. J.2003, “ A Dynamic Fuzzy-Cognitive-Map Approach Based on Random Neural Networks”, International Journal of Computational Cognition, Vol.1, No.4, Page: 91-107.

Lee. C. H, Hong. J. L, Lin. Y. C, 2002, “Type-2 Fuzzy Neural Network Systems and Learning”, International Journal of Computational Cognition, Vol.1, No.4, Page: 79-90.


Knoblock. C. A, Minton. S, Ambite. J. L, Ashish. N, Muslea. I, Philpot. A. G, Tejada. S, “The Ariadne Approach to Web-based Information Integration”, International Journal of Cooperative Information Systems, California.


Eremeev. A.P. dan Vagin. V. N, “A Real-Time Decision Support System Prototype for Management of A Power Block”, International Journal Information Theories and Applications, Vol.10.


Sajja. P. S, “Type-2 Fuzzy User Interface for Artificial Neural Network Based Decison Support System for Course Selection”, International Journal of Computing and ICT Research, Vol. 2, No.2, Page: 96-102, Sardar Patel University.


Moraes. R. M, 2004, “An Analysis of The Fuzzy Expert Systems Architecture for Multispectral Image Classification Using Mathematical Morphology Operators (Invited Paper)”, International Journal of Computational Cognition, Vol.2, No.2, Page: 35-69.


Aktas. H, 2003, “On Fuzzy Relation and Fuzzy Quotient Groups”, International Journal of Computational Cognition, Vol.2, No.2, Page: 71-79.


Fan. Z. T. dan Cheng. Q. S, 2003,  “A Survey on the Powers of Fuzzy Matrices and FBAMs(Invited Paper)”, International Journal of Computational Cognition, Vol. 2, No.2, Page: 1-25.


Abdullah. S, Bakar. A. A, Mustafa. N, Yusuf. M, Hamdan. A. R, 2007, “Fuzzy Knowledge Modelling for Image-based Paddy Disease Diagnosis Expert System”, Proceedings of the International Conference on Electrical Engineering and Informatics Institut Teknologi Bandung, Indonesia.


Abdullah. M. N. dan Munir. A, 2003, “Decision Support System (DSS) for Irrigation Water Management in Sugarcane Plantation”, Jurnal Sains dan Teknologi, Vol.3, No. 1, Page: 34-42.
1        PERANCANGAN WEBSITE SEBAGAI SARANA PROMOSI DAN INFORMASI HOTEL NOTOSARI PERMAI KUDUS

\     Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari uraian dan latar belakang, maka perumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana merancang website hotel Notosari Permai Kudus sebagai media penyampaian informasi dan berita sebagai sarana promosi
\     Batasan Maslah
Agar pembahasan tidak menyimpang dari pokok perumusan masalah yang telah ditentukan, maka penulis membatasi permasalahan pada
1)      Perancangan website yang menggunakan metode air terjun (waterfall)sampai tahap integration and system testing.
2)      Hasil dari perancangan website adalah Hotel Notosari permai Kudus

2        SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN PADA UD OEBET, KUDUS

\     Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan suatu masalah yaitu, bagaimana mengatasi kendala-kendala serta masalah kepegawaian pada UD oebet kudus 
\     Batasan Masalah
Pembatasan masalah dilakukan agar penulis skripsidapat memberikan pemahaman yang terarah dan sesuai dengan yang diharapkan, agar pembahasan tidak meyimpang dari pokok perumusan masalah yang ada, maa penulis membatasi permasalahan pada :
1)      Perancangan system informasi kepegawaian yang menekankan pada fungs penggajian
2)      Perbuatan aplikasi system informasi kepegawaian menggunakan Borland Delphi 7.0

3        SISTEM INFORMASI PEMBUKUAN PADA PERUSAHAAN ALAM MULTISARI MEUBEL KUDUS

\     Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah yaitu bagaiaman system informasi pembukuan dapat tersusun dengan baik, sehingga dapat menunjang proses pembukuan, ataupun pengambilan keputusan yang lebih efektif.
\     Batasan Masalah
Untuk menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan lingkup penelitian , karena begitu kompleknya masalah yang ada, maka perlu adanya suatu pembatasan masalah,, penulis bermaksud membatasi masalah khusus yang terjadi di bidang pembukuan, antara lain
1)      Membuat rancangan system informasi pembukuan untuk kegiatan pengolahan data yang hasil akhirnya meliputi laporan Harga Pokok penjualan (HPP), laporan Rugi Laba dan laporan Neraca.
2)      Membuat program pendukung desain system keuangan dengan bahasa pemrograman Microsoft Visual Foxpro 9.0

4        RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN PADA PD. BPR BKK JATI KUDUS

\     Rumusan Masalah
Penggunaan cara manual dalam proses pengolahan data pengelolaan data penggajian pada PD. BPR BKK Jati Kudus ternyata masih banyak mengalami kendala dan hambatan, berdasarkan hal tersebut, maka penulis mengambil perumusan masalah sebagai berikut:
1)      Bagaimana merancang dan membangun system informasi untuk PD. BPR BKK Jati Kudus
2)      Bagaimana membuat aplikasi pengajian untuk PD. BPR BKK Jati Kudus
\     Batasan Masalah
Agar dapat lebih focus dan pembahasan tidak menyimpang dari permasalah yang ada, maka penulis membatasi masalah pada :
1)      Pembuatan aplikasi pengajian untuk pegawai PD. BPR BKK Jati Kudus, pendataan pegawai, gaji pokok, tunjangan, potongan, transaksi hutang gaji dan slip gaji
2)       Pembuatan laporan data pegawai dan laporan data gaji pegawai PD. BPR BKK Jati Kudus

5        ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN PADA KODIM JEPARA

\     Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka dalam perumusan masalah, penulis memfokuskan masalahnya pada “ Bagaimana cara merancang dan menganalisa system informasi administrasi kepegawaian pada Kodim Jepara”.
\     Batasan Masalah
Dengan perumusan masalah yang telah disebutkan diatas, maka penulis membatasi masalah yang akan di analisis mengingat adanya keterbatasan waktu dalam proses penyusunan yaitu pengolahan data pegawai, absensi atau kehadiran pegawai, penghitungan gaji pegawai ang akan menghasilkan laporan-laporan sebagai berikut:
1)      Daftar gaji anggota
2)      Data anggota
3)      Mutasi anggota
4)      Laporan data anggota
5)      Laporan mutasi
6)      Laporan gaji
7)      Bahasa pemrograman menggunakan Microsoft Visual Foxpro 9.0 dengan MySQL
PENDAHULUAN

Proposal Tugas Akhir (selanjutnya disebut sebagai proposal) merupakan usulan yang berisi gambaran umum yang bisa dijadikan sebagai kontrak untuk menyusun Tugas Akhir. Pada proposal ini memuat tiga bagian besar yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Bagian awal proposal memuat halaman judul dan halaman pengesahan, bagian inti memuat (a) judul, (b) latar belakang masalah, (c)perumusan masalah, (d) pembatasan masalah, (e) tujuan, (f) landasan teori/kajian pustaka, (g) metode penelitian dan (h) jadwal kerja, sedangkan Pada bagian akhir proposal memuat daftar pustaka yang dijadikan acuan pada penyusunan proposal tersebut. Pada daftar pustaka ini, buku-buku yang dicantumkan adalah buku-buku yang memang benar-benar mendukung penyusunan proposal dan dijadikan rujukan pada penyusunan tugas akhir (selanjutnya disebut penelitian) nantinya. Jumlah buku yang dijadikan daftar pustaka pada proposal minimal 5 judul buku.

Dalam menyusun proposal, ada beberapa hal umum yang harus diperhatikan :
A. Kertas.
  1. Ukuran kertas untuk proposal adalah A4 (21cm x 29,7cm)
  2. Pengaturan halaman kertas untuk isi (naskah proposal) adalah tepi atas 3cm, tepi bawah 3cm, tepi kiri 4cm dan tepi kanan 3cm.
  3. Tebal kertas minimal 70gr.
B. Huruf.
  1. Naskah proposal diketik dengan huruf Times New Roman ukuran 12.
  2. Judul penelitian diketik dengan huruf kapital.
  3. Setiap sub bab diketik dengan huruf tebal dan setiap kata pada nama sub bab tersebut diawali dengan huruf kapital.
C. Format Penulisan.
Format penulisan dapat dilihat pada template yang sudah disediakan.Penjelasan lebih rinci tentang beberapa hal yang ada (dimuat) pada proposal diuraikan pada bagian berikut.

KERANGKA ISI PROPOSAL
BAGIAN AWAL
    A. Halaman Judul
    B. Halaman Pengesahan
BAGIAN INTI
    A. Judul
    B. Latar Belakang Masalah
    C. Perumusan Masalah
    D. Pembatasan Masalah
    E. Tujuan
    F. Landasan Teori/Kajian Pustaka
    G. Metode Penelitian
    H. Jadwal Kerja
BAGIAN AKHIR
Daftar Pustaka

URAIAN ISI PROPOSAL
BAGIAN AWAL
Bagian awal sebuah proposal terdiri dari (a) halaman judul dan (b) halaman pengesahan.
A. Halaman Judul
  1. Seluruh kata pada halaman judul ditulis dengan huruf kapital dengan huruf Times New Roman ukuran 12.
  2. Penulisan judul maksimal 15 kata.
  3. Ada logo STIKOM yang benar.
  4. Ada identitas mahasiswa yang menyusun proposal yaitu, nama, NIM (nim yang baru), program dan jurusan.
  5. Di bagian bawah dituliskan SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & TEKNIK KOMPUTER SURABAYA dan tahun penyusunan proposal.
  6. Contoh halaman judul lihat Lampiran 1.
B. Halaman Pengesahan
  1. Tulisan Proposal TA dan Judul TA ditulis dalam huruf kapital dengan huruf Times New Roman ukuran12.
  2. Ada syarat pengajuan proposal.
  3. Ada identitas mahasiswa yang menyusun proposal yaitu, nama, NIM (nim yang baru), program dan jurusan.
  4. Tanggal pengesahan proposal.
  5. Tanda tangan kedua pembimbing, Koordinator Tugas Akhir dan Kabag.
  6. Contoh halaman pengesahan lihat Lampiran 2.
BAGIAN INTI
Bagian inti suatu proposal terdiri dari (a) judul, (b) latar belakang masalah, (c) perumusan masalah, (d) pembatasan masalah, (e) tujuan, (f) landasan teori/kajian pustaka, (g) metode penelitian dan (h) jadwal kerja.
Berikut ini penjelasan masing-masing dari hal tersebut.

A. Judul
Judul harus dibuat singkat, jelas, mampu menunjukkan bidang permasalahan yang akan dibahas serta tidak menimbulkan kemungkinan penafsiran yang beraneka ragam. Dalam judul ini hendaknya memuat variabel (variabel-variabel) yang diteliti. Judul yang baik berkisar antara 5 kata sampai dengan 15 kata. Untuk judul yang terkait dengan nama instansi, maka nama instansi harus disebutkan secara jelas (bukan variabel), atau jika instansi yang dijadikan objek penelitian tidak mau disebutkan maka cukup ditulis jenis instansi (lembaga) yang dimaksud, sedangkan nama instansi diuraikan pada bagian pembatasan masalah.
Misalnya :
    1. Rancang Bangun Sistem Informasi Pemasaran Rokok pada PT. Djarum Banyuwangi ?? benar
    2. Rancang Bangun Sistem Informasi Pemasaran Rokok ?? benar
    3. Rancang Bangun Sistem Informasi Pemasaran Rokok pada PT. “XYZ” ?? salah

B. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah hendaknya menjelaskan tentang sebab dipilihnya suatu topik/judul penelitian. Latar belakang masalah dapat berawal dari mengemukakan suatu fakta, masalah dalam kenyataan atau fenomena dalam ilmu pengetahuan, temuan penelitian terdahulu, atau karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Latar belakang ini dapat juga merupakan justifikasi mengenai pentingnya judul penelitian yang dipilih tersebut atau mengapa penelitian dengan judul tersebut perlu dilakukan. Latar belakang harus relevan dengan perumusan masalah. Jadi latar belakang dikemukakan agar dapat memberikan landasan sebelum memasuki perumusan masalah. Latar belakang tidak diperkenankan hanya merupakan asumsi/ pendapat pribadi tanpa pertanggungjawaban secara ilmiah. Oleh karena itu, pada latar belakang masalah biasanya dipaparkan tentang teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah.

C. Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicari jawabannya. Dalampermasalahan harus dirumuskan aspek-aspek tertentu secara spesifik, jelas dan lengkap. Hal ini disebut sebagai perumusan masalah. Jadi selain penjelasan dengan kalimat-kalimat pernyataan yang relevan (di dalam latar belakang masalah) juga dapat dituliskan perumusan masalah yang dinyatakan sebagai kalimat tanya. Kalimat tanya dapat diawali dengan kata : bagaimana, apakah, atau kata yang relevan dengan masalah yang dimaksud.
Contoh perumusan masalah :
Bagaimana membuat sistem komputerisasi yang dapat melaporkan tentang laporan rugi laba, laporan stock barang, laporan hutang dan piutang dagang, laporan stock opname dan laporan kontribusi para anggota koperasi.
Karena sulitnya melakukan peramalan jumlah optimal yang diperlukan dengan faktor dan keadaan yang tidak menentu (kecenderungan dan musiman), maka diperlukan suatu aplikasi yang dapat melakukanperamalan secara otomatis.

D. Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah ini menjelaskan tentang ruang lingkup penelitian yang dibuat. Ruang lingkup ini menentukan kompleksitas/kedalamanpenelitian. Pada pembatasan masalah ini diuraikan hal-hal apa saja yang tercakup dalam penelitian ini dan hal-hal apa yang terkait dengan topik pada penelitian tetapi tidak dilakukan dalam penelitian ini. Pembatasan masalah diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada.

E. Tujuan
Tujuan adalah pernyataan mengenai apa yang akan dilakukan atau apayang hendak dicapai dalam penelitian tersebut. Oleh karena itu, tujuan dikemukakan secara deklaratif. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan perumusan masalah penelitian. Penulisan tujuan harus menggunakan kalimat pernyataan yang ringkas, jelas dan lengkap. Jika apa yang hendak dicapai/dibuat terdiri dari beberapa hal, maka semuanya harus disebutkan dalam tujuan dengan penyebutan yang diurai dalam butir-butir.
Contoh tujuan
  1. Merancang sistem persedian barang dengan pendekatan Just In Time(JIT), dengan menggunakan salah satu metode analisa deret berkala (Time series), yaitu metode rata-rata bergerak eksponensial (Exponentially Weighted Moving Average) dengan model kecenderungan dan musiman (with trend and seasonal corrections).
  2. Merancang sistem persedian dengan algoritma Backpropagation Neural Network dan kemudian membuat perbandingannya dengan hasil dengan metode EWMA.
F. Landasan Teori/Kajian Pustaka
Pada bagian ini memuat dua hal pokok yaitu (1) deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti dan (2) kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis (jawaban sementara) yang telah diajukan. Bagian landasan teori ini menguraikan tentang teori-teori yang terkait dengan variabel penelitian termasuk uraian (alasan) tentang pemilihan salah satu teori yang diterapkan dalam menyelesaikan masalah. Dalam menyusun landasan teori sumber yang dapat digunakan adalah jurnal penelitian, laporan penelitian, skripsi (TA), buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-terbitan resmi pemerintah atau lembaga swasta dan web. Pemilihan rujukan (kutipan) dalam landasan teori harus diarahkan yang benar-benar mendukung langsung terhadap penelitian. Apabila dalam penelitian terdapat komponen sistem pendukung keputusan (Decision Support System) harus dijelaskan metode/pemodelan yang digunakan misalnya pohon keputusan, pemrograman linier, pemodelan inventory, metode peramalan, dll. Untuk menjelaskan rancangan sistem yang akan dibahas.


G. Metode Penelitian
Pada bagian metode penelitian ini diuraikan tentang metode apa yang diterapkan dalam penelitian ini dan alasan mengapa menggunakan metode tersebut. Oleh karena itu pada metode penelitian memuat antara lain:
1. Model yang diambil/digunakan
Penelitian yang dilakukan ini termasuk pada penelitian apa, misalnya proyek(pengembangan) atau desain. Untuk Studi Literatur harus disertakan tools / aplikasi yang dibuat untuk mengukur parameter pada topik yang diteliti. Untuk penelitian proyek dan desain, peneliti perlu memberikan uraian singkat langkah-langkah yang perlu diikuti untuk menghasilkan produk atau model yang diterapkan. Dalam bagian ini perlu dikemukakan secara singkat struktur model yang dipakai sebagai dasar pengembangan produk. Apabila model yang dipakai merupakan adaptasi dari model yang sudah ada, maka pemilihannya perlu disertai dengan alasan, komponen-komponen yang disesuaikan, serta kekuatan dan kelemahan model itu.
Model bisa berupa :
1. Rancangan Arsitektur Sistem Hardware dan Sofware terpasang meliputi gambar Input – Proses – Output.
2. Flowchart diagram dari awal - metode yang digunakan – hingga pengguna akhir.
3. Sistem Flow apabila bersifat menampilkan Sistem Informasi beserta gambaran dari lintas department terkait.
Untuk penelitian kajian pustaka, hendaknya didasarkan atas kajian teori dan khasanah ilmu, yaitu paradigma, teori, konsep, prinsip, hukum, postulat, dan asumsi keilmuan yang relevan dengan masalah yang dibahas.
2. Prosedur Penelitian
Pada bagian ini memaparkan langkah-langkah prosedural yang ditempuh oleh peneliti dalam membuat produk perangkat lunak atau perangkat keras. Jadi prosedur pengembangan adalah paparan/uraian dari model pengembangan yang disesuaikan dengan produk yang akan dihasilkan. Peneliti harus menyebutkan tool-tool yang digunakan dalam pengembangan produk, misalnya Easy Case, PowerDesigner, UML, Visual Basic, Java, SQL Server, Oracle, dan lain-lain. Dan juga alasan pemilihan tool-tool pengembangan. Conten yang harus ada dalam tahanpan ini adalah gambarkan Contex Diagram saja. Untuk penjabaran Break Down dari DFD ini bisa dituliskan dibuku TA. Untuk kajian pustaka, bagian ini memberikan uraian semua langkah yang dikerjakan sejak awal hingga akhir.
3. Evaluasi
Bagian evaluasi ini berkaitan dengan uraian tentang rencana uji coba terhadap produk yang telah dibuat. Oleh karena itu, bagian ini memuat;
a. Desain Uji Coba dan Subyek Coba
Secara lengkap, uji coba produk biasanya dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: uji perseorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Dalam kegiatan pengembangan, peneliti mungkin hanya melewati dan berhenti pada tahap uji perseorangan, atau dilanjutkan dan sampai pada uji kelompok kecil, atau mungkin sampai uji lapangan. Pada bagian ini juga diuraikan siapa yang menjadi populasi/sampel dalam penelitian ini. Kalau pada penelitian pengembangan (proyek) maka pada bagian ini dijelaskan kepada siapa produk dari proyek ini akan diujicobakan dan diterapkan.
b. Jenis Data dan Instrumen Pengumpul Data
Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat dipakai sebagai dasar untuk menetapkan tingkat keefektivan, efisiensi , dan atau daya tarik dari produk yang dihasilkan. Penekanan
pada efisiensi suatu pemecahan masalah akan membutuhkan data tentang efisiensi produk yang dikembangkan, begitu pula pada keefektivan atau daya tarik. Pada bagian ini juga, dikemukakan instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Kalau pada penelitianpengembangan (proyek) pada bagian ini dijelaskan instrumen apa yang akan digunakan pada saat uji coba produk dan alasan mengapa menggunakan instrumen tersebut.
c. Analisis Hasil Uji Coba
Pada bagian ini diuraikan tentang analisis terhadap hasil uji coba produk (software/hardware) untuk mengetahui apakah produk yang telah dibuat bisa diterapkan atau perlu adanya revisi. Oleh karena itu, yang perlu diperhatikan adalah ketepatan menentukan metode analisisnya bukan kecanggihan instrumen yang digunakan untuk analisis.

H. Jadwal Kerja
Merupakan tabel rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam menyelesaikan penelitian. Jadwal kerja ini dibuat dalam Gantt Chart yang kolomnya dibagi dalam bulan (tiap bulan dirinci jadi 4 minggu). Jadwal kerja ini menggambarkan rencana penyelesaian penelitian, sehingga harus benar-benar diperhitungkan tentang penentuan waktu dan lama penyelesaiannya.
Contoh Gantt Chart
NO KEGIATAN 1(B u2la n k3e 14) (1B ul2a n k3e 2 4) (1B ul2a n k3e n 4)
1.
2.
3.

n.
Catatan : - kolom bulan disebutkan nama bulannya. - nomor ke n = disesuaikan dengan banyaknya kegiatan yang direncanakan.

BAGIAN AKHIR
Bagian akhir proposal hanya memuat daftar pustaka, dengan cara penulisan sbb. :
  1. Nama pengarang ditulis nama famili/keluarga dahulu baru nama pertama. Untuk penulisan nama ini harus konsisten, jika nama pertama disingkat, maka untuk semua pustaka yang dicantumkan pada daftar pustaka, nama pertamanya harus disingkat, demikian juga sebaliknya jika nama pertama ditulis lengkap.
  2. Judul buku atau nama jurnal, nama majalah atau nama surat kabar ditulis italic atau underline.
  3. Jarak antar daftar pustaka 2 spasi, sedang jarak baris pada satu pustaka tetap satu spasi dengan baris kedua masuk 1,5cm.
  4. Penulisan daftar pustaka yang diambil dari buku dengan urutan nama pengarang, tahun terbit, judul buku, [jilid, edisi, volume], penerbit dan kota terbit.
  5. Penulisan daftar pustaka yang diambil dari jurnal dengan urutan nama pengarang, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal, volume (nomor), halaman.
  6. Penulisan daftar pustaka yang diambil dari majalah atau surat kabar sama dengan dari jurnal.
  7. Penulisan daftar pustaka yang diambil dari web dengan urutan nama penulis, tahun, judul artikel (karangan), tanggal (tanggal, bulan dan tahun), alamat pada web (boleh ditulis dalam kurung <…> atau disebutkan URL : …..).
  8. Penulisan daftar pustaka yang diambil dari makalah dengan urutan nama, tahun, judul makalah diikuti kegiatan dimana makalah tersebut disajikan (dipisah dengan tanda baca titik dua), kota, tanggal (tanggal, bulan dan tahun).
  9. Daftar pustaka dari suatu proposal dituliskan urut menurut abjad dari pengarang pertama, sehingga secara keseluruhan dapat dituliskan sebagai berikut :

DAFTAR PUSTAKA
Adams, E.E. and Ebert, R.J., 1978, Production Operation Management,
Prentice Hall Inc., London.
Djatmiko, R. dan Rahardjo, A.I., 1977, Enriching Learning Experiences
Through the Use of Internet : Makalah Symposium Distance Education and Open Learning, Bali, 17 Nopember 1977.
Galagher, P.R., 1998, A Guide to Understanding Audit in Trusted Systems, 1 Juni 1998, URL:http://www.radium.ncsc.mil/library/rainbow/ NCSC-TG-001-2.html Romiszowski, A., 1996, Instructional System Design and Development for A Network Society, Jurnal Teknologi Pembelajaran : Teori dan Penelitian, 4 (2), 89-107.
Shirky, Clay, 1995, Internet Lewat E-Mail, PT. Alex Media Komputindo, Jakarta.